Diabetes Mellitus
Pembagian diabetes mellitus pada kehamilan:
1. Diabetes mellitus yang memang sudah diketahui
Sebelumnya dan kemudian menjadi hamil
(DM Hamil= DMH = DM pragestasional). Sebagian
Besar termasuk golongan IDDM (Insulin Dependent
DM).
2. DM yang baru saja ditemukan pada saat kehamilan
(DM gestasional = DMG). Umumnya termasuk golongan
(Non insulin Dependent DM).
DM Gestasional sendiri dibagi dua kelompok:
1. Sebenarnya sudah mengidap DM sebelumnya, tetapi
baru diketahui saat hamil (sama dengan DMH).
2. Sebelumnya belum mengidap DM, baru mengidap DM
dalam masa kehamilan (pregnancy-Induced DM, DMG
Sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980).
Pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara berkala karena:
1. Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat;
2. Produksi glukosa dari hati menurun;
3. Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis)
menurun;
4. Aktivitas ekskresi ginjal meningkat;
5. Efek hormon-hormon gestasionak (human placental lactogen,
hormon-hormon plasenta lainnya, hormon ovarium,
Hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dan
selain itu, terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan
asam amino.
Faktor Risiko DMG
Riwayat obstetri meningkat:
■ riwayat abortus meningkat;
■ riwayat melahirkan bayi mati tanpa sebab yang jelas;
■ riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan;
■ riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir diatas 4.000g;
■ riwayat preeklampsia/eklampsia; dan
■ polihidramnion
Riwayat Medis Mencurigakan/hati-hati:
■ usia ibu saat hamil diatas 30 tahun;
■ riwayat DM ibu hamil, atau riwayat DM dalam keluarganya;
■ riwayat DMG/TGT pada kehamilan sebelumnya;
■ riwayat saluran infeksi kemih berulang selama hamil;
■ ibu obesitas;
■ riwayat berat badan lahir ibu diatas 4.000-4.500 g.
Pengelolaan Diabetes Mellitus Gestasional
Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya, pengelolaan DMG juga terutama di dasari atas pengelolaan GIZI/DIET dan pengendalian berat badan ibu dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori perhari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan, sampai selesai menyusui.
Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan:
■ mempertahankan kadar glukosa darah puasa <105 mg/dl;
■ mempertahankan kadar glukosa darah dua jam pp < 120
mg/dl;
■ mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb A1c) < 6%-;
■ mencegah episode hipoglikemia;
■ mencegah ketonuria/ketoasidosis diabetik; dan
■ mengusahakan tumbuh kembang janin optimal dan normal.
Di anjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu.
Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil, langsung di gunakan insulin.
Pengelolaan Obstetrik
Pemeriksaan antenatal; pemantauan klinis ibu dan janin, terutama tekanan darah, pembesaran/tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, kadar gula darah ibu, pemeriksaan USG, kardiotokografi (jika memungkinkan).
Jika ada makrosomia, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin pertimbangan sectio cesarea.
Pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara berkala karena:
1. Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat;
2. Produksi glukosa dari hati menurun;
3. Produksi alanin (salah satu prekursor glukoneogenesis)
menurun;
4. Aktivitas ekskresi ginjal meningkat;
5. Efek hormon-hormon gestasionak (human placental lactogen,
hormon-hormon plasenta lainnya, hormon ovarium,
Hipofisis, pankreas, adrenal, growth factors, dan
selain itu, terjadi juga perubahan metabolisme lemak dan
asam amino.
Faktor Risiko DMG
Riwayat obstetri meningkat:
■ riwayat abortus meningkat;
■ riwayat melahirkan bayi mati tanpa sebab yang jelas;
■ riwayat melahirkan bayi dengan cacat bawaan;
■ riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir diatas 4.000g;
■ riwayat preeklampsia/eklampsia; dan
■ polihidramnion
Riwayat Medis Mencurigakan/hati-hati:
■ usia ibu saat hamil diatas 30 tahun;
■ riwayat DM ibu hamil, atau riwayat DM dalam keluarganya;
■ riwayat DMG/TGT pada kehamilan sebelumnya;
■ riwayat saluran infeksi kemih berulang selama hamil;
■ ibu obesitas;
■ riwayat berat badan lahir ibu diatas 4.000-4.500 g.
Pengelolaan Diabetes Mellitus Gestasional
Sesuai dengan pengelolaan medis DM pada umumnya, pengelolaan DMG juga terutama di dasari atas pengelolaan GIZI/DIET dan pengendalian berat badan ibu dengan ditambahkan sejumlah 300-500 kalori perhari untuk tumbuh kembang janin selama masa kehamilan, sampai selesai menyusui.
Pengelolaan DM dalam kehamilan bertujuan:
■ mempertahankan kadar glukosa darah puasa <105 mg/dl;
■ mempertahankan kadar glukosa darah dua jam pp < 120
mg/dl;
■ mempertahankan kadar Hb glikosilat (Hb A1c) < 6%-;
■ mencegah episode hipoglikemia;
■ mencegah ketonuria/ketoasidosis diabetik; dan
■ mengusahakan tumbuh kembang janin optimal dan normal.
Di anjurkan pemantauan gula darah teratur minimal 2 kali seminggu.
Jika pengelolaan diet saja tidak berhasil, langsung di gunakan insulin.
Pengelolaan Obstetrik
Pemeriksaan antenatal; pemantauan klinis ibu dan janin, terutama tekanan darah, pembesaran/tinggi fundus uteri, denyut jantung janin, kadar gula darah ibu, pemeriksaan USG, kardiotokografi (jika memungkinkan).
Jika ada makrosomia, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin pertimbangan sectio cesarea.
Hipertensi pada Kehamilan Preeklampsia/Eklampsia
Penelitian berbagai faktor risiko terhadap hipertensi pada kehamilan/preeklampsia/eklampsia:
Usia
Insiden tinggi pada primigravida muda, meningkat pada primigravida tua. Pada wanita hamil berusia kurang dari 25 tahun insiden > 3 kali lipat. Pada wanota berusia lebih dari 35 tahun, dapat terjadi hipertensi laten.
Paritas
■ angka kejadian tinggi pada primogravida, muda maupun
tua.
■ primigravida tua risiko lebih tinggi untuk preeklampsia
berat.
■ ras/golongan etnik.
■ Bias (mungkin ada perbedaan perlakuan/akses terhadap
berbagai etnik di banyak negara.
Faktor Keturunan
Jika ada riwayat preeklampsi/eklampsia pada ibu/nenek penderita, faktor risiko meningkat sampai +25%.
Faktor Gen
Diduga adanya suatu sifat resesif (recessive trait), yang di tentukan genotip, ibu dan janin.
Diet/gizi
Tidak ada hubungan bermakna antara menu/pola diet tertentu (WHO).
Iklim/musim
Di daerah tropis insiden lebih tinggi.
Tingkah Laku/Sosioekonomi
Kebiasaan merokok, insiden pada ibu perokok lebih rendah.
Hiperplasentosis
Proteinuria dan hipertensi gravidarum lebih tinggi pada kehamilan kembar, dizigotik lebih tinggi daripada monizigotik.
Patofisiologi Preekampsia
Sampai sekarang etiologi preeklampsia belum diketahui.
Eklampsia
Eklampsia adalah kelainan Akut pada wanita hamil, dalam persalinan atau Nifas, yang di tandai dengan timbulnya kejang dan/koma.
Anemia Pada Ibu Hamil
Anemia dapat di definisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada dibawah normal. Di Indonesia Anemia umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi, sehingga lebih di kenal dengan istilah anemia gizi besi. Anemia gizi besi merupakan salah satu gangguan yang paling sering terjadi selama kehamilan.
Kekurangan zat besi dapat menimbulkan gangguan atau hambatan pada pertumbuhan janin baik sel tubuh maupun sel otak.
Risiko BBLR pada ibu hamil
Di Indonesia batas ambang Lingkar Lengan Atas (LILA) dengan resiko Kurang Energi Kronis (KEK) adalah 23,5 cm hal ini berarti ibu hamil dengan resiko KEK diperkirakan akan melahirkan bayi Berat Badan lahir Rendah (BBLR). Bila bayi lahir dengan berat badan lahir rendah akan mempunyai risiko kematian, gizi kurang, gangguan pertumbuhan dan gangguan perkembangan anak.
Hasil penelitian Jumirah, dkk, (1999) menunjukkan bahwa ada hubungan kadar Hb ibu hamil dengan berat bayi lahir, dimana semakin tinggi kadar Hb ibu semakin berat badan bayi yang dilahirkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar